Senin, 30 November 2020

Rangkuman Materi IPS Kelas 6 Semester 1

 Materi IPS Kelas 6 Semester 1

Peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum Proklamasi kemerdekaan

1.Jepang Dibom Amerika

         Sejarah pengemboman di Hiroshima Jepang menjadi jalan pembuka bagi Indonesia untuk merdeka.Pasalnya, setelah peristiwa bom yang terjadi 6 Agustus 1945 oleh Amerika, Jepang tunduk. Momen ini lantas dimanfaatkan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.Setelah berita bom Hiroshima itu tersiar, para tokoh proklamator bergegas menyusun kemerdekaan.

2. Pembentukan PPKI

           Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Tepat pada 7 Agustus 1945 Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dari sebelumnya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan). PPKI dipimpin langsung oleh Soekarno dan Moh Hatta serta penasihatnya Ahmad Subarjo. Pada 12 Agustus 1945, Soekarno mendapat kabar dari Marsekal Tarauchi bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus 1945.

3. Peristiwa Rengas dengklok

            Ketika tahu Jepang dibom, Soekarno, Moh Hatta, dan Radjiman Wedyoningrat sedang di Dalat, Vietnam. Setelah mereka tiba di tanah air, Sutan Syahrir langsung mendesak Soekarno untuk memproklamasikan kemerdPara golongan pemuda dan golongan tua pun mendesak Soekarno menyegerakan proklamasi kemerdekaan. Para pemuda menginginkan kemerdekaan bukan karena pemberian Jepang. Pemuda bergegas melakukan penculikan Soekarno dan wakilnya Moh Hatta di Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dini hari. Penculikan ini dimaksud untuk menjaga agar Soekarno dan Moh Hatta tak mendapat pengaruh dari Jepang.

4. Perdebatan dan detik-detik proklamasi

        Dikutip dari setneg.com, peristiwa penculikan Rengasdengklok tersebut membuat kecewa Seokarno. Di sana terjadi perdebatan sengit dengan para pemuda yang diwakili Sukarni. Soekarno tak mau didesak dan berpegang teguh pada perhitungannya.Namun Sukarni dan para pemuda lainnya gigih hingga meluluhkan hati Soekarno dan Hatta. Dalam situasi akhirnya Soekarno memilih mengikuti keinginan para pemuda.

5. Pembentukan BPUPKI

Makna Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia

Beberapa makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang perlu diketahui.

  1. Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia.
  2. Proklamasi merupakan alat untuk mencapai tujuan negara dan cita-cita besar bangsa Indonesia.
  3. Proklamasi sebagai titik puncak perubahan dari akhir perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.
  4. Proklamasi sebagai sumber hukum bagi pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia.
  5. Proklamasi menjadi pernyataan de facto.
  6. Proklamasi menjadi tanda awal terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  7. Proklamasi menandai awal berlakunya hukum nasional dan akhir berlakunya hukum kolonial.
  8. Proklamasi sebagai titik awal dari bebasnya penderitaan rakyat, mulai kemiskinan, ketidakbebasan, kebodohan, hingga sistem kerja paksa.
  9. Proklamasi merupakan jembatan emas menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.
  10. Proklamasi sebagai pedoman untuk menjalin hubungan Internasional
  11. Proklamasi telah menaikkan martabat bangsa.

Tokoh-tokoh penyusun Teks Proklamasi

Ir. Soekarno

SOURCE: WIKIPEDIA

Ir. Soekarno boleh dibilang merupakan orang yang paling berjasa dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Ia lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901 dari seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai; dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Sebagai tokoh pada masa perjuangan hingga masa kemerdekaan, presiden RI pertama ini menjadi panutan bagi para pejuang kemerdekaan yang lain. Perannya dalam proklamasi kemerdekaan meliputi penyusunan konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda, menandatangani teks tersebut atas nama bangsa Indonesia, dan membacakannya di hadapan warga.

Drs. Moh. Hatta

SOURCE: WIKIPEDIA

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta lahir dengan nama Mohammad Athar di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi), Sumatra Barat) pada 12 Agustus 1902. Ia meninggal di Jakarta di usia 77 tahun, yakni pada 14 Maret 1980. Bukan saja tokoh pejuang, ia juga merupakan seorang negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Sama seperti Soekarno, Hatta juga memainkan peranan yang sangat penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno.

Mr. Achmad Soebardjo

SOURCE: WIKIPEDIA

Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat, pada 23 Maret 1896 dan meninggal 15 Desember 1978 di usia 82 tahun. Ia adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Jika Soekarno dan Moh Hatta adalah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Achmad Soebarjo adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Ia memiliki gelar Meester in de Rechten, yang diperolehnya di Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1933.

Sama seperti kedua tokoh sebelumnya, ia yang masuk ke dalam golongan tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Adapun peranan Mr. Achmad Soebardjo adalah sebagai penyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Laksamana Tadashi Maeda

SOURCE: WIKIPEDIA

Laksamana Tadashi Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Ia melanggar perintah Sekutu yang melarang para pemimpin Indonesia mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peranannya dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah menyediakan rumahnya untuk tempat penyusunan konsep teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sukarni

SOURCE: WIKIPEDIA

Sama seperti Bung Karno, Sukarni juga lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 14 Juli 1916 dan wafat di Jakarta pada 7 Mei 1971. Ia memiliki nama lengkap Sukarni Kartodiwirjo, merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Sukarni adalah salah seorang tokoh pemuda dan pejuang yang gigih melawan penjajah. Peran Sukarni dalam upaya memproklamasikan kemerdekaan adalah dengan mengusulkan agar yang menandatangani teks Proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Sayuti Melik

SOURCE: WIKIPEDIA

Sayuti Melik memang tidak menyusun konsep teks proklamasi, apalagi menandatanganinya. Namun demikian, perannya tak kalah penting. Ia adalah orang yang mengetik teks Proklamasi yang dibacakan Ir.Soekarno di hadapan rakyat Indonesia. Sayuti Melik memiliki nama lengkap Mohamad Ibnu Sayuti. Ia lahir di Sleman, Yogyakarta pada 22 November 1908 dan meninggal di Jakarta, di usia 80 tahun, tepatnya pada 27 Februari 1989. Dalam sejarah Indonesia, Sayuti Melik tercatat sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain tokoh-tokoh di atas, beberapa nama juga tercatat memiliki peranan yang tak kalah penting dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah B.M. Diah, yang merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia Merdeka ke seluruh penjuru tanah air; Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti yang menjadi pengibar bendera merah putih pada acara proklamasi 17 Agustus 1945.

Selain itu, ada Frans S. Mendur, yang merupakan wartawan yang menjadi perekam sejarah lewat gambar-gambar hasil jepretannya pada peristiwa-peristiwa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia; Syahrudin, seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi; Soewirjo, Gubernur Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi dan pembacaan proklamasi berjalan aman dan lancar; serta tentu saja Fatmawati, ibu negara yang juga menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

ASEAN

ASEAN ( Association of South East Asian Nation

ASEAN merupakan salah satu kerjasama Regional di kawasan Asia Tenggara yang biasa disebut sebagai PERBARA (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) berdiri di Bangkok pada 8 Agustus 1967. ASEAN terbentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok yang dipelopori oleh 5 negara yaitu  

  1. Indonesia di wakili Adam Malik
  2. Malaysia oleh Tun Abdul Razak
  3. Thailand oleh Thanat Khoman
  4. Filipina diwakili Narsisco Ramos, dan 
  5. Singapura oleh S. Raja Ratnam.

Latar Belakang berdirinya ASEAN antara lain : 

  1. memiliki nasib yang hampir sama yaitu pernah dijajah oleh bangsa lain kecuali Thailand
  2. memiliki ras dan kebudayaan yang hampir sama
  3. adanya persamaan letak geografis yaitu di kawasan Asia Tenggara
  4. sama-sama sebagai negara agraris yang berkembang

Tujuan berdirinya ASEAN adalah:

  1. mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Asia Tenggara
  2. meningkatkan perdamaian dan  stabilitas regional
  3. memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, industri, pertanian dan lainnya
  4. menangani dan meneliti masalah yang timbul di kawasan Asia Tenggara
  5. meningkatkan stabilitas politik dan keamanan

Jumlah negara ASEAN saat ini ada 10 negara. 



                                                                                                                                                                             sources ; http://www.google.com



Berikut profil singkat dari masing-masing negara.















 Arti Lambang Asean


Tidak ada komentar:

Posting Komentar