Selasa, 02 Agustus 2016

Cerita Pribadi Pembina Pramuka untuk Nara karya 1



CERITA PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
SEORANG PEMBINA PRAMUKA










Oleh :

Nama                   : TRI WAHYUNI HIDAYATI,S.Pd.I
No. Peserta          :
Gudep                 : 11.08.15-63/64
Pangkalan            : MI NEGERI TIRTO SALAM





Magelang
2014








CERITA PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
SEORANG PEMBINA PRAMUKA



(Cerita ini ditulis sebagai salah satu prasyarat pelaksanaan Nara Karya 1)








Nama                   : TRI WAHYUNI HIDAYATI.S.Pd.I
No. Peserta          :
Gudep                 : 11.08.15.63/64
Pangkalan            : MI NEGERI TIRTO SALAM



Magelang
2014




LEMBAR PENGESAHAN
NARA KARYA I

CERITA PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
SEORANG PEMBINA PRAMUKA



Di susun oleh :

Nama                   : TRI WAHYUNI HIDAYATI,S.Pd,I
No. Peserta          :
Gudep                 : 11.08.15-63/64
Pangkalan            : MI NEGERI TIRTO SALAM




Menyetujui/Mengesahkan
Pelatih/Konsultan



SUDARWOTO, S.Pd






KATA PENGANTAR

Salam Pramuka.

Dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, cerita Pendidikan Kepramukaan bagi siswa oleh Seorang Pembina Pramuka telah dapat diselesaikan dengan memperhatikan masukan dan saran-saran dari rekan-rekan Pembina Pramuka yang selalu aktif membina di Gugus Depan XI .08.15-63/64 yang berpangkalan di MI Negeri Tirto Salam  Kabupaten Magelang.

Dengan cerita ini diharapkan dapat tercipta kreativitas para Pembina khususnya Pembina pemula yang belum pernah membina pramuka pada suatu Gugus Depan sehingga dapat memberikan semangat dan selalu menjadi pramuka yang menjadi teladan bagi adik-adiknya. Dengan demikian para pemuda Indonesia mempunyai watak sesuai dengan Janji Tri Satya dan Dasa Darma.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan cerita ini masih jauh dari sempurna dan sangat singkat, untuk itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami butuhkan untuk penyempurnaan cerita ini, bahkan memberikan semangat kepada penulis untuk dapat menciptakan buku-buku lain yang berkaitan dengan kepramukaan.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya cerita ini disampaikan ucapan terima kasih.

Salam Pramuka


Salam, 23 Desember 2014
Penulis







BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Keberhasilan pendidikan tidak semata-mata hanya tergantung dari guru saja, melainkan tergantung dari berbagai faktor salah satunya siswa. Untuk itu seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan kemajuan teknologi siswa diharapkan mampu membangun pengetahuan dalam alam pikirannya. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak siswa agar menyadari strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.
Ekstra Kurikuler Kepramukaan merupakan Kegiatan Ekstra Kerikuler wajib di sekolah adalah salah satu sarana untuk menciptakan kedisiplinan siswa dalam menuntut ilmu. Namun sepintas ada juga orang yang pesimis terhadap pramuka, bahkan kadang-kadang gurupun ada yang menganggap pramuka yang menyebabkan hasil kelulusan tidak tercapai. Ada pula guru yang sadar bahwa melalui pramuka siswa lebih dapat ditata dan dididik menjadi orang yang berdisiplin tinggi karena selalu dididik mandiri, namun karena beliau belum menguasai tentang kepramukaan maka beliau enggan dengan pramuka.
Setelah penulis mengikuti KMD yang diselengarakan oleh Kwarcab Magelang tanggal Juli 2013 yang bertempat di Kwarran Salam, penulis diwajibkan menyelesaikan tugas pengembangan dan Evaluasi / Pemantapan atau lebih dikenal dengan Nara Karya. Salah satu tugas Nara Karya 1 adalah menulis cerita. Untuk itu penulis mencoba bercerita tentang Pendidikan Kepramukaan bagi siswa.
B.           Tujuan Penulisan Cerita
Berdasarkan pemasalahan di atas maka tujuan penulisan cerita ini adalah sebagai berikut :
1.      Tujuan Umum
      Keberhasilan suatu sekolah salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Untuk itu guru akan selalu berjuang dengan berbagai cara dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibutuhkan kedisiplinan baik siswa maupun guru. Salah satu untuk mewujudkan disiplin melalui ekstra kurikuler kepramukaan. Sehingga harapan penulis dengan menggunakan metode tertentu siswa dapat lebih meningkatkan kedisiplinan dirinya dengan kesadaran pribadi tanpa mendapat paksaan dari siapapun.
2.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus penulis menyusun cerita ini adalah :
a.       Melengkapi tugas Nara Karya 1
b.      Memberikan modal semangat kepada Pembina Pramuka khususnya guru yang mau meningkatkan kedisiplinan siswa melalui kegiatan kepramukaan meskipun dirinya belum mampu/ menguasai materi kepramukaan.
c.       Mampu menciptakan metode dan model pembelajaran di kelas yang menyenangkan.




BAB II
PENGALAMAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
SEORANG PEMBINA PRAMUKA

A.    Pengalaman Pertama Sebagai Pembina
Pertama kali saya mengenal pramuka yaitu saat di Sekolah Dasar tepatnya di SD Negeri Bandongan 3. Latihan pramuka dilaksanakan hanya ketika akan ada lomba di kecamatan. Ketika itu saya terpilih menjadi salah satu peserta lomba pesta siaga tingkat kecamatan.Saat latihan dan pelaksanaan lomba, saya dan teman-teman sangat senang dan bersemangat. Namun, semua itu hilang ketika kami tidak pernah mendapat juara, padahal kami berasa bisa menjawab dan menyelesaikan lomba.Salah satu factor kegagalan dalam lomba itu adalah mental kami yang masih turun ketika sudah ada di arena lapangan berhadapan dengan peserta lomba lain. Berbeda saat di SMP, latihan dilaksanakan dengan rutin satu minggu satu kali yaitu pada hari jum’at. Pengalaman yang berkesan pada saat itu adalah seringnya diadakan kegiatan kepramukaan..salah satunya adalah dengan diselenggarakannya perkemahan penggalang SMP N 6 Magelang di bumi perkemahan gedongsongo Bandungan Ambarawa Kabupaten Semarang. Sejak itu saya kembali menyukai pramuka, melelahkan tapi juga menyenangkan.
Pengalaman yang berkesan pada saat berkemah adalah ketika perkemahan kami dilanda banjir karena hujan yang begitu deras, dan kamipun mengungsi ke pendopo di sekitar bumi perkemahan Gedong songo.Meskipun tenda kami terendam air tetapi perkemahan tetap berlanjut dan penuh suka cita.
Ketika saya memasuki SMA, saya bersekolah di SMA N 4 Magelang yang terkenal dengan kegiatan pramuka yang disiplin dan sangat tegas. Namun saya sangat terkesan dengan kakak-kakak Bantara karena mereka sangat baik, ramah dan mau membimbing kami. Kakak-kakak Bantara selalu memberikan kegiatan yang menyenangkan dan menarik buat kami. salah satu pengalaman yang berkesan saat itu adalah waktu diadakan kegiatan lintas alam.Waktu itu dalam materi haling rintang kami harus menyebrang sebuah sungai yang cukup deras dan lebar. Tetapi saya sudah berusaha mencoba tapi tidak juga bisa.Hal itu juga dikarenakan saya takut terjatuh ke dalam sungai. Tetapi ada seorang kakak Bantaraku yang bernama David mencoba menolong saya, saya di perbolehkan menyebrang lewat jembatan namun saya tidak boleh memberitahu teman-teman saya.
Pengalaman yang kedua dalam pramuka di SMA N 4 Magelang adalah kami ikut kegiatan perkemahan di lapangan Pakis.Pada waktu itu musim kemarau.Kami kesulitan mencari air namun kami mengikuti dengan Wide Game ada kegiatan lomba Fashion Show.Peserta Yang Putra mengirim utusan untuk berpose menjadi RA Kartini. Sementara untuk Peserta putri berbusana Ki Hajar Dewantara. Pakaian yang dipakai adalah pakaian sederhana yang ada. Peserta berlenggak lenggok mengelilingi lapangan melewati depan tenda.Suasana menjadi meriah sekali Karena peserta berlagak dengan lucu sekali.Kami semua tertawa geli melihatnya.Namun tiba-tiba Cuaca berubah drastis. Mendung begitu tebal dan hujan yang sangat deras turun tak terkendali. Akhirnya bumi perkemahan kami terendam air.Banyak Peserta perkemahan yang pingsan bahkan ada yang kejang-kejang. Kami mencoba mengungsi ke gedung SD N Pakis, tetapi suasana tetap tidak baik. Akhirnya kami di pulangkan ke sekolah kami malam itu juga karena terlalu banyak yang jatuh sakit akibat hujan deras itu.
Jurusan D2 yang saya ambil ketika saya kuliah, membawa saya untuk selalu berkaitan dengan kegiatan pramuka. Hingga sampai pada bulan Juli 2009 saya mendapat SK CPNS dan bertugas di MI  Negeri Tirto Salam Magelang, dengan demikian secara otomatis saya ikut menjadi pembina pramuka di MI Negeri Tirto Salam Magelang. Hal tersebut diperkuat dengan SK Kepala sekolah yang dibuat berdasarkan hasil rapat sekolah.
Sebagai orang baru saya berupaya bertanya kepada teman teman pembina bagaimana cara membina pramuka di sekolah. Setelah saya memperoleh banyak informasi dan setelah saya  membaca beberapa buku, tidak seketika saya berani memberikan materi kepada adik-adik siaga dan Penggalang.Saya masih lebih banyak sebagai pengamat kakak yang lain dalam memberikan materi. Setelah beberapa kali mengamati ternyata kakak-kakak yang lainpun belum begitu menguasai tentang materi yang disampaikan karena ketika menyampaikan materi kakak-kakak pembina masih membawa buku acuan. Karena itu lah saya berani untuk ikut melatih memberikan materi kepada adik-adik siaga maupun penggalang. Saya justru merasa tertantang untuk membuat kegiatan pramuka menjadi menarik sehingga adik-adik merasa senang dengan kegiatan pramuka dan bisa menguasai materi-materi pramuka, tanpa hukuman maupun paksaan.
B.     KURSUS MAHIR DASAR
Tahun 2013 ketika KMD diadakan di Kwarran Salam saya diikut sertakan oleh Gugus depan saya. KMD dilaksanakan mulai tanggal Juli 2013. KMD dilaksanakan di Kwarran Salam tepatnya di Komplek gedung Negeri Tirto Salam Magelang. Awalnya antara mau dan tidak karena pada waktu itu saya sedang menyusui putri saya yang kedua dan jarak rumah saya dengan tempat kerja saya yang sangat jauh yaitu 40 Km, tetapi karena setiap Gudep wajib mengirimkan wakil, dan kebetulan saya yang diberi kesempatan, maka saya harus mempertanggung jawabkannya. Dalam mengikuti KMD pun saya mendapat dispensasi bisa pulang untuk menyusui putri saya
Satu hal yang menyenangkan yaitu bahwa saya sebagai orang yang baru di kecamatan Salam bisa berkenalan dengan teman-teman lain dari sekolah lain sehingga bisa menambah persaudaraan. Banyak sekali materi yang disampaiakan, mulai dari teori sampai praktik dan juga berkemah. Satu hal yang mengesankan, yaitu materi semaphore. Materi yang tadinya sangat tidak saya pahami diajarkan dengan cara yang lebih mudah, yaitu dengan dasar arah mata angin.
2
0
1
3
4
5
6
7
01 = A     12 = H     23 = O      34 = T      46 = J       56 = W     67 = Z
02 = B      13 = I       24 = P      35 = U     47 = V     57 = X
03 = C      14 = K     25 = Q      36 = Y
04 = D     15 = L      26 = R     
05 = E      16 = M     27 = S     
06 = F      17 = N     
07 = G
C.    Pramuka Itu Menyenangkan
Sejak saya mengenal pramuka saya sudah suka dengan kegiatan itu, dan juga setelah mengikuti KMD saya mulai kembali bersemangat untuk terus mengembangkan kegiatan kegiatan kepramukaan. Karena di kepramukaan bagi seorang guru bisa mengembangkan metode pembelajaran di kelas, yang lebih utama lagi kita dapat melatih kedisiplinan anak didik tanpa keterpaksaan. Pramuka dapat dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan karena dalam kegiatan tersebut selalu disertai dengan bermain, bertepuk tangan, bernyanyi yang dapat membangkitkan rasa senang anak didik. Peserta didik yang berhasil dalam belajarnya biasanya dalam kepramukaan dia juga serius dalam melaksanakannya serta selalu belajar disiplin.orang yang berjiwa pramuka akan lebih mencerminkan sikap yang berdasarkan Tri satya dan Dasa Darma.Mereka akan lebih peduli dengan keadaan di sekitarnya.
Dalam pramuka kita juga selalu untuk belajar ikhlas dalam melaksanakan kegiatan meskipun terkadang banyak sekali halangan yang mengurangi semangat kepramukaan dan meski kadang harus melakukan sendiri latihan pramuka, tetapi hal itu akan menambah kecintaan dalam menjadi seorang pramuka sejati. Orang yang mengenal pramuka mempunyai jiwa yang
Ketika mengajar sering kita jumpai anak kurang memperhatikan materi yang kita sampaikan, kita dapat mengembalikan konsentrasi anak melalui salah satu pendidikan pramuka yaitu tepuk. Misalnya anak tidak sedang dalam konsentrasi konsentrasi kita langsung mengucapkan tepuk tunggal, maka anak yang tidak konsentrasipun akan ikut bertepuk tunggal.
Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari pendidikan pramuka, bahkan kita dapat mengembangkan metode atau model yang lain, sehingga anak didik dalam belajar lebih bersemangat karena sesuai dengan tingkat perkembangan dan pertumbuhannya.

















BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Jika saudara telah membaca tulisan mengenai Pendidikan Kepramukan seorang pembina, maka harapan penulis marilah kita menggeluti kepramukaan  dengan sepenuh hati, disamping kita bisa bergembira bersama anak didik, kita juga bisa mengadopsi apa yang kita lakukan di kegiatan kepramukaan ternyata bisa juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Cerita saya murni dari pengalaman pribadi saya sejak saya mengenal pramuka sampai saya menjadi pembina. Kecintaan terhadap pramuka akan selalu tertanam dalam jiwa saya sepanjang hayat dan akan melaksanakan kegiatan pramuka dengan sepenuh hati, meskipun dalam pelaksanaannya harus berbenturan dengan kepentingan keluarga atau kepentingan yang lain.
B.            Saran
Kepada bapak dan ibu guru yang belum menggeluti pramuka, segeralah ikut dalam kegiatan kepramukaan dengan rasa senang dan rela karena dilapangan kita dapat mengenal pribadi anak didik kita dengan sebenarnya, sehingga kita dapat dengan mudah mengarahkan anak tersebut menjadi anak yang berhasil dan bermutu. Jangan takut bahwa kita belum mampu, karena kata saya belum mampu merupakan kata orang yang sedang berada di Zona nyaman yang tidak mau mengubah dirinya. Jangan katakan tidak bisa sebelum kita mencoba hingga titik jenuh.


Salam Pramuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar